Follow by Email

Rabu, 11 Januari 2012

pengantar keperawatan


I.                   PENGANTAR KEPERAWATAN

1.    Definisi keperawatan
Keperawatan merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuandan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian.

2.    Perspektif sejarah keperawatan
Kebutuhan pengetahuan khusus keperawatan pertama kali diidentifikasi oleh Florence Nightingale, yang merupakan perawat pertama yang secara sistematis mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis dan yang berhubungan dengan penyakit selama peran Crimean. Seabad kemudian pada tahun 1960-an, era ilmiah telah menstimulasi perkembangan profesi keperawatan dan tujuan menciptakan ilmu keperawatan. Orlando (1961) mengetengahkan aspek interpersonal hubungan perawat-klien. Knowles (1967) menerapkan pedekatan ilmiah pada definisi tentang keperawatan, yang mencangkup menemukan, menyelidiki, melakukan dan mengadakan. Pada tahun 1966 kelly menjelaskan data tersedia untuk pengkajian keperawatan yaitu tanda dan gejala fisik klien, riwayat dan diagnosis medis, riwayat sosial dan latar belakang budaya dan factor fisik psikologis dilingkungan. Johnson (1967) menekankan pentingnya mengumpulkan data secara sitematis dan menganalisis secara teliti. Pada tahun 1967 Yura dan Walsh menulis buku komprehensip yang pertama yang menjelaskan tentang empat komponen proses keperawatan. Pada tahun 1973 American Nurses Asociation mengadopsi dan melegitimasi komponen proses keperawatan dalam standard of Nursing Practice. Manual Joint Commission on Acrreditation of Hospital mensyaratkan proses keperawatan. Seiring dengan makin terbiasanya perawat dengan model keperawatan, maka mereka mulai menerapkan model tersebut diberbagai lingkungan klinik. Banyak perawat menerapkan beberapa model seperti hierarki kebutuhan Maslow (1970) dan tahap perkembangan Erikson (1963). Perawat lainnya terbaisa dengan model keperawatan diri  Orem (1980) dan model adaptasi Roy (1984).


3.    Pertumbuhan profesionalisme keperawatan
Profesi keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang demikian pesat. Perkembangan ini memberikan dampak berupa perubahan status keperawatan dari vokasional menjadi professional, perawat semula menjalankan proses teknik prosedur dari dokterberubah menjadi tenaga kesehatan yang bekerja berdasarkan disiplin keilmuan khusus dengan ruang lingkup praktik yang jelas. Perubahan ini tidak semata-mata diterima masyarakat. Bahkan profesi kesehatan lain pun masih belum mau disejajarkan oleh profesi perawat. Fenomena ini harusnya menumbuhkan sikap sikap optimis pada diri perawat yang diikuti dengan pembuktian eksistensi profesi keperawatan.

4.    Tingkat profesiensi perawat
Benner menemukan bahwa tingkat praktik perawat secara langsung berhubungan dengan tingkat pengetahuan, pengalaman dan keahlian perawat.

5.    Peran dan fungsi perawat
Peran perawat :
a.    care giver, sebagai pemberi asuhan keperawatan;
b.    clien advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien;
c.    counselor,sebagai pemberi bimbingan atau konseling klien;
d.    educator, sebagai pendidik klien;
e.    collabolator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain;
f.     coordinator, sebagai coordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien;
g.    change agent, sebagai pembaru yang selalu di tuntut untuk mengadakan perubahan-perubahan;
h.    consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien.
Fungsi perawat :
a.    tindakan keperawatan ketergantungan (fungsi  dependen)
yaitu aktivitas keperawatan yang dilaksanakan atas instruksi dokter atau dibawah pengawasan dokter dalam melaksanakan tindakan rutin yang spesifik. Contohnya adalah memberikan injeksi antibiotic. Aktivitas ketergantungan dalam praktik keperawatan dilaksanakan sehubungan dengan penyakit klien dan hal ini sangat enting untuk mengurangi keluhan yang diderita klien.
b.    Tindakan keperawatan kolaboratif (interdependen)
Yaitu aktivitas yang dilaksanakan atas kerja sama dengan pihak lain atau tim kesehatan lain. Tindakan kolaboratif terkadang menimbulkan adanya tumpah tindih pertanggung jawab diantara personal kesehatandan hubungan langsung kolega antar profesi kesehatan.

6.    Pengantar organisasi keperawatan
Organisasi dewan perawat sedunia atauthe International Council of Nurses (ICN) merupakan organisasi profesi keperawatan yang pada tahun 1953 memformulasikan kode etik pertama, yang kemudian direvisi pada tahun 1965 dan 1973.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar