Follow by Email

Rabu, 11 Januari 2012

dimensi keperawatan


I.                  DIMENSI KEPERAWATAN

1.    praktik keperawatan
pemberi asuhan keperawatan pengkajian sampai dengan evaluasi dan dokumentasi. bentuk model :
a.    praktik dirumah sakit
b.    praktik dirumah (home care)
c.    praktik berkelompok (nursing home )
d.    praktik perorangan (individual practice)

2.    resipien keperawatan
a.    individu keluarga
b.    keluarga
c.    komunitas/kelompok
d.    masyarakat

3.    focus keperawatan
a.    suatu disiplin professional – domain relevansi social dan bersifat layanan
b.    sasaran keperawatan dasar untuk  memnuhi kebutuhan klien/pasien
c.    memberi keperwatan kepadan klien
d.    memberi perlindungan
e.    mendidik klien agar dapat mandiri

4.    Aspek keperawatan’
a.    memenuhi kebutuhan
b.    nutrisi
c.    eliminasi
d.    Mobilitasi
e.    Istirahat

5.    Setting keperawatan





6.    UU praktik keperawatan
Undang – undang praktik keperawatan sudah lama menjadi bahan diskusi para perawat.PPNI pada kongres Nasional ke duanya di Surabaya tahun 1980 mulaimerekomendasikan perlunya bahan-bahan perundang-undangan untuk perlindungan hukum bagi tenaga keperawatan.Undang-Undang yang ada di Indonesia yang berkaitan dengan praktik keperawatan :
·         UU No. 9 tahun 1960, tentang pokok-pokok kesehatan
Bab II (Tugas Pemerintah), pasal 10 antara lain menyebutkan bahwa pemerintah mengatur kedudukan hukum, wewenang dan kesanggupan hukum.
·         UU No. 6 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan.
UU ini merupakan penjabaran dari UU No. 9 tahun 1960. UU ini membedakan tenaga kesehatan sarjana dan bukan sarjana. Tenaga sarjana meliputi dokter, dokter gigi dan apoteker.
·         UU Kesehatan No. 14 tahun 1964, tentang Wajib Kerja Paramedis.
·         Pada pasal 2, ayat (3) dijelaskan bahwa tenaga kesehatan sarjana muda, menengah dan rendah wajib menjalankan wajib kerja pada pemerintah selama 3 tahun.
·         SK Menkes No. 262/Per/VII/1979 tahun 1979
Membedakan paramedis menjadi dua golongan yaitu paramedis keperawatan (temasuk bidan) dan paramedis non keperawatan.
·         Permenkes. No. 363/Menkes/Per/XX/1980 tahun 1980
Pemerintah membuat suatu pernyataan yang jelas perbedaan antara tenaga keperawaan dan bidan.Bidan seperti halnya dokter, diijinkan mengadakan praktik swasta, sedangkan tenaga keperawatan secara resmi tidak diijinkan.
·         SK Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 94/Menpan/1986, tanggal 4November 1986, tentang jabatan fungsional tenaga keperawatan dan sistem kredit point.
Dalam sisitem ini dijelaskan bahwa tenaga keperawatan dapat naik jabatannya atau naik pangkatnya setiap dua tahun bila memenuhi angka kredit tertentu.
·         UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992,
merupakan UU yang banyak memberi kesempatan bagi perkembangan termasuk praktik keperawatan profesional karena dalam UU ini dinyatakan tentang standar praktik, hak-hak pasien, kewenangan,maupun perlindungan hukum bagi profesi kesehatan termasuk keperawatan.
Beberapa pernyataaan UU Kes. No. 23 Th. 1992 yang dapat dipakai sebagai acuan pembuatan UU Praktik Keperawatan adalah :
·         Pasal 53 ayat 4 menyebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi dan hak-hak pasien ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
·         Pasal 50 ayat 1 menyatakan bahwa tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian dan kewenangannya
·         Pasal 53 ayat 4 menyatakan tentang hak untuk mendapat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.

7.    Faktor-faktor yang mempengaruhi praktik keperawatan
a.    factor tenaga (manusia)   = pengetahuan, keterampilan, latar belakang/demografi
b.    factor training (pelatihan)
c.    factor sarana                     = media praktik keperawtan
d.    factor kegunaan                = manfaat praktik keperawatan
e.    factor motivasi                  = tujuan praktik keperawatan
f.     factor psikologi                  = persepsi, sikap, kepribadian
g.    factor social                      = keluarga, pengalaman kerja
h.    factor institusi/organisasi   = kepemimpinan, imbalan, stuktur dan designpekerjaan
i.      factor kedisiplinan             = ketepatan. Waktu, peraturan-peraturan, kode etik keperawatan , uu praktik keperawatan

8.    Pendidikan keperawatan
a.    Jenjang keperawatan di Indonesia saat ini adalah:
1.    akademi atau pendidikan ahli madya keperawatan
2.    program studi keperawatan
3.    program master
4.    program doctor keperawatan (belum diselenggarakan)
b.    sekolah perawat kesehatan(SPK):
1.    dasar pendidikan keperawatan pada awal kemerdekaaan adalah sekolah dasar ditambah keperawatan yang lamanya bervariasi
2.    kemudian pada tahun 1960 mulai dikembangkan sekolah perawat keseatan (spr) dengan latar belakang pendidikan SMP yang sekarang ini bernama SPK
c.    tujuan SPK:
1.    tujuan pendidikan SPK adalah meluluskan perawat kesehatan yang mampu sebagai pelaksana maupun pengelola keperawatan
2.    lama pendidikan diiirancang tiga tahun
3.    tamat SPK+pendidikan bidan 1 tahun untuk memenuhi tenaga bidan pada saat itu

d.    nasib pendidikan SPK:
1.    program pendidikan SPK dengan persyaratan minimal SMP dianggap sudah tidak memadai.
2.    sepertidinyatakan dengan system kesehatan nasional bahwa minimal latar belakang pendidikan tenaga kesehatan adalah SLTA
3.    konvesi SPK menjadi jenjang pppendidikan diploma tiga
4.    untuk meningkatkan kompetensinya, maka disarankan para perawat lulusan SPK untuk aktif mengikuti pendidikan keperawatan berkelanjutan
5.    SPK dihapuskan oleh depkes

Program diploma tiga keperawatan
a.    Program ini pertama-tama diselenggarakan pad tahun 1960-an yaitu dengan berdirinya akper bandung
b.    Persyaratan peserta adalah lulusan SPR/SPK yang sudah bekerja

Kepada siapa pendidikan AKPER berkoordinasi :
1.    Secara administrative program dploma tiga di bawah koordinasi pusat pendidikan tenaga kesehatan(PUSDIKNAKES), departemen kesehatan
2.    Kurikulum program diploma tiga adalah kurikulum inti yang disusun oleh depdikbud
3.    Kurikulum yang disusun telah dikembangkan dengan community oriented nursing education atau pendidikan keperawatan yang berorientasi kepada masyarakat

Tujuan diploma 3 keperawatan
Menghasilkan tenaga perawat professional pemula yang mendapat sebutan ahli madya keperawatan yang merupakan manager menengah dalam keperawatan yang diharapkan perawat mampu sebagai pelaksana, pengelola, pendidik dan partisipasi aktttif dalam penelitian ilmiah.
Stuktur program keperawtan diploma tiga terdiri dari 102 sks s.d. 120 SKS dengan rincian sebagai berikut :
1.    Keperawatan klinik  53 sks
2.    Ilmu keperawatan dasar 20 sks
3.    Ilmu biomedis dasar 8 sks
4.    Ilmu social 3 sks
5.    Humanior, filsafat, methodology, etik dan bahasa 15 sks

Yang boleh mengikuti program DIII :
1.    Peserta umum lulusan SLTA dan peserta lulusan SPK
2.    Untuk meningkatkan karier, para lulusan diploma setelah memenuhi persyaratan ternentu dapat melanjutkan ke program sarjana keperawatan

Program sarjana keperawatan
Latar belakang penyelenggara program sarjana keperawatan
1.    Peraturan pememrintah no. 27/1991, SK Mendikbud No. 021/v/1982 dan 0212/u/1982 serta direktorat pendidikan tinggi no. 048/dj/kep/1982 yang menyatakan tentang pendidikan tinggi .
2.    Hasil lokkakarya nasional bulan January 1983 yang menghasilkan konsesus nasional tentang perawat sebagai profesi , sehingga tenaga keperawatan harus disiapkan melalui pendidikan tinggi

Tujuan SI :
1.    Menghasilkan sarjana keperawatan sebagai perawtan professional yang mampu sebagai pelaksana, pengelola, ppendidik, dan peneliti keperawatan
2.    Program sarjana keperawatan pertama kali dirintis pada tahun 1985 yaitu dengan dibukanya program study ilmu keperaawtaan di fakultas kedokteran universitas Indonesia
Pendidikan keperawatan menjadi 2 tahap yaitu:
1.    Tahap pendidikan akademik
teori-teori dan konsep-konsep terbagi menjadi:
·         Kelompok mata kuliah umum
·         Mata kuliah sebagai penunjang seperti mata kuliah medis
·         Mata kuliah keahlian=mata kuliah keperawatan

2.    Tahap pendidikan profesi
Mahasiswa mengaplikasikan teori-teori dan konsep-konsep yang telah didapat selama tahap-tahap akademik


Kepada siapa pendidikan SI berkoordinasi.
1.    Secara administrative maupun oprasional dibawah koors . dedikbud
2.    Struktur program dibagi 2 yatu kurikulum untuk program A (program umum) dan kurikulum untuk program B (program post akademik)
3.    Program A dengan peserta lulusan SLTA, lama program adalah 4 tahun dengan beaban kredit 149 SKS, sedang
4.    program B lama pendidikan adlah 2.5 tahun dengan beba kredit di sesuaikan
Program master dan doctor  keperawatan
1.    Pendidikan tingkat master dimulai pd akhir abad 19 di jerman
2.    Pogram master kperawatan di USA pertamakal di selenggarakan oleh the catholic university di Washington DC pada thun 1932
3.    Program doctor keperawatan (Ph.D.,Ed, D,.D.Dc atau D.N.Sc) yang ditekankan pada penelitian, keperawatan klinik, ilmu ilmu yang terkait dan filsafat pertana-tama selenggrakan oleh boston Univeristy, New York university, teachers college of Columbia University dan Univerisity of Pisttsburg
UI  telah menyelanggarakan pendidikan master dengan spesialisasi managemen keperawatan, Sp.KMB,Sp. Maternitas, Sp. Komunitas UNPAD telah menyelenggarakan Sp. Kritikal care dan komunitas. Pendidikan doctoral belum diselenggarakan di Indonesia karena keterbatasan SDM.
.
9.    Penelitian /research keperawatan
Penelitian keperawatan mengembangkan pengetahuan mengenai kesehatan dan meningkatkan kesehatan melewati jangka waktu hidup, merawat orang yang memiliki masalah dan ketidakmampuan kesehatan dan tindakan keperawatan untuk meningkatkan kemampuan individu untuk memberikan respon secara efektif pada masalah kesehatan aktual atau atensial. (the connission on nursing research of the ANA, 1981). The international council of nurses (1986) mendukung kebutuhan penelitian keperawatan sebagai media untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian keperawatan adalah cara untuk mengidentifikasi pengetahuan baru, meningkatkan pendidikan dan praktik profesional serta mengunakan sumber secara efektif.

pengantar keperawatan


I.                   PENGANTAR KEPERAWATAN

1.    Definisi keperawatan
Keperawatan merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuandan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian.

2.    Perspektif sejarah keperawatan
Kebutuhan pengetahuan khusus keperawatan pertama kali diidentifikasi oleh Florence Nightingale, yang merupakan perawat pertama yang secara sistematis mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis dan yang berhubungan dengan penyakit selama peran Crimean. Seabad kemudian pada tahun 1960-an, era ilmiah telah menstimulasi perkembangan profesi keperawatan dan tujuan menciptakan ilmu keperawatan. Orlando (1961) mengetengahkan aspek interpersonal hubungan perawat-klien. Knowles (1967) menerapkan pedekatan ilmiah pada definisi tentang keperawatan, yang mencangkup menemukan, menyelidiki, melakukan dan mengadakan. Pada tahun 1966 kelly menjelaskan data tersedia untuk pengkajian keperawatan yaitu tanda dan gejala fisik klien, riwayat dan diagnosis medis, riwayat sosial dan latar belakang budaya dan factor fisik psikologis dilingkungan. Johnson (1967) menekankan pentingnya mengumpulkan data secara sitematis dan menganalisis secara teliti. Pada tahun 1967 Yura dan Walsh menulis buku komprehensip yang pertama yang menjelaskan tentang empat komponen proses keperawatan. Pada tahun 1973 American Nurses Asociation mengadopsi dan melegitimasi komponen proses keperawatan dalam standard of Nursing Practice. Manual Joint Commission on Acrreditation of Hospital mensyaratkan proses keperawatan. Seiring dengan makin terbiasanya perawat dengan model keperawatan, maka mereka mulai menerapkan model tersebut diberbagai lingkungan klinik. Banyak perawat menerapkan beberapa model seperti hierarki kebutuhan Maslow (1970) dan tahap perkembangan Erikson (1963). Perawat lainnya terbaisa dengan model keperawatan diri  Orem (1980) dan model adaptasi Roy (1984).


3.    Pertumbuhan profesionalisme keperawatan
Profesi keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang demikian pesat. Perkembangan ini memberikan dampak berupa perubahan status keperawatan dari vokasional menjadi professional, perawat semula menjalankan proses teknik prosedur dari dokterberubah menjadi tenaga kesehatan yang bekerja berdasarkan disiplin keilmuan khusus dengan ruang lingkup praktik yang jelas. Perubahan ini tidak semata-mata diterima masyarakat. Bahkan profesi kesehatan lain pun masih belum mau disejajarkan oleh profesi perawat. Fenomena ini harusnya menumbuhkan sikap sikap optimis pada diri perawat yang diikuti dengan pembuktian eksistensi profesi keperawatan.

4.    Tingkat profesiensi perawat
Benner menemukan bahwa tingkat praktik perawat secara langsung berhubungan dengan tingkat pengetahuan, pengalaman dan keahlian perawat.

5.    Peran dan fungsi perawat
Peran perawat :
a.    care giver, sebagai pemberi asuhan keperawatan;
b.    clien advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien;
c.    counselor,sebagai pemberi bimbingan atau konseling klien;
d.    educator, sebagai pendidik klien;
e.    collabolator, sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain;
f.     coordinator, sebagai coordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien;
g.    change agent, sebagai pembaru yang selalu di tuntut untuk mengadakan perubahan-perubahan;
h.    consultant, sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien.
Fungsi perawat :
a.    tindakan keperawatan ketergantungan (fungsi  dependen)
yaitu aktivitas keperawatan yang dilaksanakan atas instruksi dokter atau dibawah pengawasan dokter dalam melaksanakan tindakan rutin yang spesifik. Contohnya adalah memberikan injeksi antibiotic. Aktivitas ketergantungan dalam praktik keperawatan dilaksanakan sehubungan dengan penyakit klien dan hal ini sangat enting untuk mengurangi keluhan yang diderita klien.
b.    Tindakan keperawatan kolaboratif (interdependen)
Yaitu aktivitas yang dilaksanakan atas kerja sama dengan pihak lain atau tim kesehatan lain. Tindakan kolaboratif terkadang menimbulkan adanya tumpah tindih pertanggung jawab diantara personal kesehatandan hubungan langsung kolega antar profesi kesehatan.

6.    Pengantar organisasi keperawatan
Organisasi dewan perawat sedunia atauthe International Council of Nurses (ICN) merupakan organisasi profesi keperawatan yang pada tahun 1953 memformulasikan kode etik pertama, yang kemudian direvisi pada tahun 1965 dan 1973.

Selasa, 20 Desember 2011

tanda tanda vital

Tanda-tanda vital seorang manusia antara lain:
1. Tekanan darah
2. Nadi / pols
3. Suhu Tubuh / temperatur
4. Pernapasan


TEKANAN DARAH
Jumlah tekanan darah yang normal berdasarkan usia seseorang adalah:
- Bayi usia di bawah 1 bulan     : 85/15 mmHg
- Usia 1 - 6 bulan     : 90/60 mmHg
- Usia 6 - 12 bulan    : 96/65 mmHg
- Usia 1 - 4 tahun    : 99/65 mmHg
- Usia 4 - 6 tahun    : 160/60 mmHg
- Usia 6 - 8 tahun    : 185/60 mmHg
- Usia 8 - 10 tahun    : 110/60 mmHg
- Usia 10 - 12 tahun    : 115/60 mmHg
- Usia 12 - 14 tahun    : 118/60 mmHg
- Usia 14 - 16 tahun    : 120/65 mmHg
- Usia 16 tahun ke atas    : 130/75 mmHg
- Usia lanjut        : 130-139/85-89 mmHg


Seseorang dikategorikan hypertensi berdasarkan tekanan darahnya adalah:
Hypertensi rendah : 140 - 159/ 90-99 mmHg
Hypertensi sedang : 160 - 169/100-109 mmHg
Hypertensi berat    : 180 - 209/110-119 mmHg

Seseorang dikatakan hypotensi jika tekanan darahnya lebih kecil dari 110/70 mmHg

Tempat untuk mengukur tekanan darah seseorang adalah:
- Lengan atas
- Pergelangan kaki


NADI
Nadi adalah denyut nadi yang teraba pada dinding pembuluh darah arteri yang berdasarkan systol dan gystole dari jantung.

Jumlah denyut nadi yang normal berdasarkan usia seseorang adalah:
- Bayi baru lahir        : 140 kali per menit
- Umur di bawah umur 1 bulan        : 110 kali per menit
- Umur 1 - 6 bulan        : 130 kali per menit
- Umur 6 - 12 bulan        : 115 kali per menit
- Umur 1 - 2 tahun        : 110 kali per menit
- Umur 2 - 6 tahun        : 105 kali per menit
- Umur 6 - 10 tahun        : 95 kali per menit
- Umur 10 - 14 tahun        : 85 kali per menit
- Umur 14 - 18 tahun        : 82 kali per menit
- Umur di atas 18 tahun        : 60 - 100 kali per menit
- Usia Lanjut            : 60 -70 kali per menit

Jika jumlah denyut nadi di bawah kondisi normal, maka disebut pradicardi.
Jika jumlah denyut nadi di atas kondisi normal, maka disebut tachicardi.

Tujuan mengetahui jumlah denyut nadi seseorang adalah:
* Untuk mengetahui kerja jantung
* Untuk menentukan diagnosa
* Untuk segera mengetahui adanya kelainan-kelainan pada seseorang

Tempat-tempat menghitung denyut nadi adalah:
Ateri radalis        : Pada pergelangan tangan
Arteri temporalis    : Pada tulang pelipis
Arteri caratis    : Pada leher
Arteri femoralis    : Pada lipatan paha
Arteri dorsalis pedis    : Pada punggung kaki
Arteri politela    : pada lipatan lutut
Arteri bracialis    : Pada lipatan siku
Ictus cordis        : pada dinding iga, 5 - 7

SUHU
Tempat untuk mengukur suhu badan seseorang adalah:
- Ketiak/ axilea, pada area ini termometer didiamkan sekitar 10 - 15 menit
- Anus/ dubur/ rectal, pada area ini termometer didiamkan sekitar 3 - 5 menit
- Mulut/oral, pada area ini termometer didiamkan sekitar 2 - 3 menit

Seseorang dikatakan bersuhu tubuh normal, jika suhu tubuhnya berada pada 36oC - 37,5oC
Seseorang dikatakan bersuhu tubuh rendah (hypopirexia/hypopermia), jiak suhu tubuhnya < 36oC
Seseorang dikatakan bersuhu tubuh tinggi/panas jika:
Demam : Jika bersuhu 37,5 oC - 38oC
Febris : Jika bersuhu 38oC - 39oC
Hypertermia : Jika bersuhu > 40oC

PERNAPASAN
Pola pernapasan adalah:
- Pernapasan normal (euphea)
- Pernapasan cepat (tachypnea)
- Pernapasan lambat (bradypnea)
- Sulit/sukar bernapas (oypnea)

Jumlah pernapasan seseorang adalah:
- Bayi : 30 - 40 kali per menit
- Anak : 20 - 50 kali per menit
- Dewasa : 16 - 24 kali per menit